Banyumas | Jawapost.Net

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengajak ratusan anggota Palang Merah Remaja (PMR) menjadi generasi yang mampu membawa perubahan melalui kepemimpinan, kepedulian sosial, dan semangat kerelawanan. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Youth Volunteer Leadership Camp (YVLC) VII Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) Kabupaten Banyumas 2026 di Taman Langit Baturraden, Selasa (7/7/2026).

Dalam sambutannya, Sadewo menegaskan bahwa YVLC bukan sekadar agenda perkemahan tahunan, melainkan ruang pembinaan karakter yang dirancang untuk melahirkan pemimpin muda berintegritas, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Youth Volunteer Leadership Camp bukanlah acara biasa. Ini adalah medan latihan kepemimpinan, tempat kalian belajar menjadi pemimpin yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga berani bertindak, tulus memberi, dan tangguh menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Menurutnya, dunia saat ini dihadapkan pada berbagai persoalan, mulai dari perubahan iklim, pandemi, bencana, kesenjangan sosial, hingga disrupsi teknologi. Di tengah situasi tersebut, kehadiran generasi muda yang memiliki kepedulian dan semangat melayani menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.

“Di tengah semua itu muncul pertanyaan, siapa yang peduli, siapa yang siap membantu, dan siapa yang berani tampil? Jawabannya adalah relawan. Relawan seperti kalian yang sejak muda sudah terbiasa melayani, memberi, dan mencintai tanpa syarat,” katanya.

Sadewo mengingatkan bahwa PMR merupakan bagian dari Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, organisasi kemanusiaan terbesar di dunia. Karena itu, setiap anggota PMR memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

Ia juga menitipkan tiga pesan penting kepada seluruh peserta. Pertama, membangun jiwa kepemimpinan sejak dini dengan berani mengambil tanggung jawab serta memulai dari langkah sederhana, seperti disiplin, membantu sesama, dan menginisiasi kegiatan positif di sekolah.

Baca Juga:  Tanggul Irigasi Siwuluh Banjarnegara Longsor, 1.500 Hektare Sawah Terancam Kekeringan

Kedua, menumbuhkan kepedulian sosial dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan memberi manfaat bagi orang lain.

Ketiga, menjaga semangat persatuan dan gotong royong. Meski berasal dari sekolah dan latar belakang yang berbeda, seluruh peserta dipersatukan oleh nilai-nilai kemanusiaan.

“Kalian bukan generasi rebahan, tetapi generasi perubahan. Kalian bukan penonton masa depan, melainkan pelaku peradaban,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Sadewo turut menyampaikan apresiasi kepada PMI Kabupaten Banyumas beserta seluruh relawan yang selama ini konsisten membina generasi muda melalui berbagai kegiatan kepalangmerahan.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Banyumas, Nungky Harry Rachmat, menjelaskan bahwa YVLC merupakan program strategis untuk membentuk kader PMR yang memiliki karakter kepemimpinan, kemampuan berorganisasi, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Tahun ini kami mengangkat tema ‘Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan dan Meningkatkan Kualitas PMR yang Unggul’ sebagai komitmen bersama untuk melahirkan pemimpin muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan semangat melayani sesama,” ungkapnya.

YVLC VII digelar selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Juli 2026, di Taman Langit Baturraden. Kegiatan ini diikuti 253 peserta dari 127 unit PMR tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Banyumas, terdiri atas 147 anggota PMR Madya dan 106 anggota PMR Wira.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti beragam materi yang dikemas melalui pendekatan experiential learning, mulai dari diskusi, simulasi, dinamika kelompok, hingga praktik lapangan. Materi disampaikan oleh narasumber dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Jawa Tengah, Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Universitas Jenderal Soedirman, serta PMI Banyumas.

Selain pembelajaran kepemimpinan, peserta juga mendapatkan penguatan kompetensi kepalangmerahan, meliputi pertolongan pertama, pendidikan remaja sebaya, perawatan keluarga, hingga uji kecakapan PMR.

Baca Juga:  Lokakarya ICP: Banyumas Diproyeksikan Jadi Pusat Bisnis dan Pendidikan Baru

Nungky menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum regenerasi organisasi melalui pemilihan Koordinator FORPIS Kabupaten Banyumas beserta koordinator FORPIS wilayah untuk masa bakti 2026–2027.

“Kami berharap proses ini mampu melahirkan pemimpin muda yang visioner, mampu merangkul seluruh unit PMR, sekaligus menjadi motor penggerak pembinaan PMR di Kabupaten Banyumas,” tuturnya.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan YVLC sebagai ruang belajar, memperluas jejaring, sekaligus memperkuat komitmen pengabdian.

“Jangan hanya pulang membawa sertifikat, tetapi pulanglah membawa semangat baru, karakter yang lebih kuat, keterampilan yang lebih baik, dan komitmen yang lebih besar untuk mengabdi kepada sesama,” pungkasnya.

Pewarta: Shlh