Banyumas | Jawapost.Net

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengajak seluruh masyarakat memperkuat persatuan dan semangat gotong royong sebagai modal menghadapi tantangan pembangunan serta perubahan global yang semakin dinamis.

Pesan tersebut disampaikan saat menjadi inspektur Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Purwokerto, Senin (17/8/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti unsur TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Kapolsek Cilongok AKP Susanto bertindak sebagai komandan upacara.

Dalam amanatnya, Sadewo mengatakan perjalanan 81 tahun Indonesia sebagai bangsa merdeka telah diwarnai berbagai tantangan, mulai dari persoalan ekonomi, ketidakpastian global hingga perubahan teknologi dan zaman yang bergerak cepat.

Menurutnya, berbagai tantangan tersebut semestinya tidak menjadi alasan untuk terpecah, melainkan momentum memperkuat kebersamaan.

“Sudah banyak tantangan yang kita lalui bersama. Namun, semua itu tidak pernah sedikit pun merapuhkan semangat kita. Justru, setiap tantangan menjadikan langkah kita semakin mantap dan genggaman tangan kita semakin erat untuk terus bergerak maju,” ujar Sadewo.

Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dinilai tidak cukup dimaknai sebagai seremoni tahunan. Momentum tersebut harus menjadi pengingat untuk terus membangun kemandirian bangsa sekaligus memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat.

Sadewo menekankan pentingnya menjaga kemandirian di sektor strategis, khususnya ekonomi, pangan, energi, dan teknologi, di tengah ketidakpastian perekonomian dunia.

“Kita harus terus menjaga kemandirian bangsa di bidang ekonomi, pangan, energi, dan teknologi, di tengah dinamika dan ketidakpastian perekonomian global yang kita hadapi dewasa ini,” katanya.

Di tingkat daerah, semangat tersebut diterjemahkan Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Trilas, 13 program unggulan yang menjadi bagian dari arah pembangunan menuju Banyumas yang produktif, adil, dan sejahtera atau Banyumas PAS.

Baca Juga:  RS Hermina Purwokerto Hadirkan Klinik Tumbuh Kembang dan Medical Check-Up di Gedung Baru

Sadewo menyebut sejumlah program mulai memberikan dampak bagi masyarakat. Di sektor kesehatan, misalnya, program Universal Health Coverage (UHC) memberikan kemudahan akses layanan kesehatan. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan kesehatan di rumah sakit yang bermitra dengan BPJS Kesehatan dengan menunjukkan KTP dan Kartu Keluarga.

Sementara di bidang pendidikan dan keagamaan, Pemkab Banyumas terus memperkuat Program Pasti Sekolah. Dukungan juga diberikan melalui insentif bagi guru ngaji, pondok pesantren, organisasi keagamaan, ketua RT/RW, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Di sektor pertanian, Sadewo mengapresiasi capaian Banyumas setelah meraih penghargaan tingkat nasional di bidang ketahanan pangan berbasis pertanian pada 2026.

“Saya juga bersyukur karena penguatan sektor pertanian di Banyumas membuahkan hasil, dengan diraihnya penghargaan tingkat nasional di bidang ketahanan pangan berbasis pertanian pada tahun 2026 ini,” ungkapnya.

Transformasi pelayanan publik juga terus didorong melalui inovasi digital Satu Portal Banyumas PAS. Sistem tersebut diarahkan untuk menciptakan pelayanan birokrasi yang lebih cepat, mudah, transparan, sekaligus mampu memberikan solusi bagi kebutuhan masyarakat.

Tak hanya pelayanan publik, pemerintah daerah juga melanjutkan pembangunan infrastruktur, revitalisasi pasar tradisional, penyediaan air bersih, hingga percepatan investasi dan pengembangan kawasan industri. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja dan menggerakkan perekonomian daerah.

Sadewo menegaskan, capaian pembangunan tidak lahir dari kerja pemerintah semata. Peran masyarakat dan seluruh elemen daerah menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai program berjalan dan memberikan manfaat.

“Semua capaian ini adalah bukti nyata dari hasil gotong royong kita bersama. Ibarat seikat lidi, kita akan rapuh jika berjalan sendiri-sendiri, namun akan menjadi kekuatan besar apabila kita bersatu,” tegasnya.

Ia menyadari tantangan pembangunan Banyumas ke depan tidak semakin ringan. Globalisasi dan digitalisasi menuntut masyarakat maupun pemerintah untuk terus beradaptasi dengan perubahan.

Baca Juga:  KAI Daop 5 Purwokerto Audiensi dengan Bupati Banyumas, Perkuat Sinergi Transportasi

Namun, Sadewo optimistis berbagai tantangan dapat diubah menjadi peluang apabila seluruh elemen masyarakat memiliki tekad, integritas, dan kemauan untuk bergerak bersama.

“Saya menyadari, langkah kita ke depan tidak akan lepas dari tantangan. Namun, dengan keteguhan tekad, semangat gotong royong, dan integritas diri, saya yakin kita mampu mengubah setiap tantangan menjadi peluang,” pungkasnya.

Karena itu, ia berharap semangat kemerdekaan tidak berhenti ketika upacara berakhir. Nilai perjuangan dan persatuan harus diwujudkan dalam kerja nyata untuk membangun Banyumas yang semakin produktif, adil, dan sejahtera.

“Sekaligus berperan aktif mewujudkan cita-cita besar Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” pungkas Sadewo.

By ; Shlh.