Banyumas | Jawapost.Net – Jaringan Pendamping Kebijakan dan Pembangunan (JPKP) Kabupaten Banyumas kembali meneguhkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat. Dalam Musyawarah Daerah (Musda) I dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IV yang digelar di D’Garden Hall & Resto Purwokerto, Minggu (9/8/2026), Kuat Teguh Sudarto kembali dipercaya memimpin DPD JPKP Banyumas untuk periode 2026–2031.

Kuat Teguh ditetapkan secara aklamasi dalam forum yang diikuti lebih dari 100 peserta. Mereka berasal dari jajaran pengurus DPD, ketua JPKP tingkat kecamatan, unsur Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, relawan, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen sipil di Kabupaten Banyumas.

Musda berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Rangkaian kegiatan diawali registrasi peserta, penampilan seni budaya daerah, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars JPKP, dilanjutkan sambutan serta agenda utama berupa musyawarah dan penetapan kepengurusan.

Proses pemilihan dipimpin tim formatur yang diketuai Sujianto, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris JPKP Banyumas periode 2021–2026.

Terpilih kembali sebagai ketua, Kuat Teguh menegaskan bahwa keberadaan JPKP tidak boleh berhenti pada kegiatan organisasi maupun seremoni formal. Menurutnya, ukuran keberhasilan organisasi adalah seberapa jauh masyarakat merasakan manfaat kehadirannya.

“Jangan sampai JPKP hanya dikenal karena nama organisasinya. Masyarakat harus merasakan kehadiran JPKP, mengetahui bahwa ada organisasi yang mau mendengar, mau membantu mengawal, dan mau ikut mencari solusi atas persoalan yang mereka hadapi,” tegas Kuat Teguh.

Ia meminta seluruh jajaran pengurus memperkuat soliditas, integritas, profesionalitas, dan kapasitas organisasi. JPKP, kata dia, harus mampu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara objektif sekaligus mendorong penyelesaian persoalan secara kritis, konstruktif, dan solutif.

Bagi Kuat Teguh, Musda dan Rakerda bukan sekadar agenda lima tahunan maupun rutinitas organisasi. Forum tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, melakukan konsolidasi, merefleksikan kiprah selama ini, sekaligus menyusun arah perjuangan JPKP untuk lima tahun mendatang.

Baca Juga:  Posko Siaga Bencana Polres Purbalingga Hadirkan Dapur Lapangan dan Mobil Penjernih Air

Ia juga menegaskan posisi JPKP sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat.

“JPKP hadir bukan untuk mengambil alih peran pemerintah dan bukan untuk berseberangan dengan pemerintah. JPKP hadir sebagai mitra strategis, jembatan komunikasi, dan bagian dari masyarakat yang ikut mengawal agar kebijakan pembangunan benar-benar memberi manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” ujarnya.

Kuat berharap program kerja yang dirumuskan dalam Rakerda dapat disusun secara realistis dan terukur, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat. Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas dan seluruh pemangku kepentingan juga dinilai penting agar pengawalan pembangunan dapat berjalan lebih efektif.

Dalam kesempatan tersebut, sambutan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dibacakan oleh Setyo Adhi Nugroho, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Ormas yang hadir mewakili Bupati sekaligus mewakili Kepala Bakesbangpol Banyumas Eko Heru Surono. Keduanya diketahui memiliki agenda lain pada waktu yang bersamaan.

Dalam sambutan itu, Pemkab Banyumas menilai organisasi kemasyarakatan mempunyai posisi penting dalam kehidupan sosial sekaligus pembangunan daerah.

“JPKP telah menunjukkan kontribusi nyata melalui pendampingan, edukasi, kepedulian sosial, serta membantu masyarakat memperoleh akses pelayanan publik dan penyelesaian berbagai persoalan. Semangat kepedulian ini harus terus dijaga dan dikembangkan,” demikian pesan Bupati yang disampaikan Setyo.

Pemkab Banyumas berharap JPKP terus memainkan peran sebagai mitra pemerintah sekaligus masyarakat dalam memperkuat gotong royong, kepedulian sosial, dan partisipasi publik. Peran tersebut diharapkan turut mendorong terwujudnya Banyumas yang produktif, adil, dan sejahtera.

Agenda Musda kemudian dilanjutkan dengan penetapan pengurus terpilih dan pembahasan program kerja hingga sore hari. Forum tersebut diikuti seluruh ketua JPKP kecamatan se-Kabupaten Banyumas, jajaran DPD, panitia, unsur Forkopimda, Forum Banyumas Eling, para ketua organisasi kemasyarakatan, serta elemen masyarakat sipil lainnya.

Baca Juga:  Generasi Instan dan Krisis Makna di Era Serba Cepat, Oleh : Nazira Arcesa Winata, Mahasiswa Hukum Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Sejumlah tokoh masyarakat dan pimpinan organisasi kemasyarakatan yang hadir turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya Musda dan Rakerda tersebut. Mereka menilai forum berlangsung tertib, terbuka, dan mengedepankan semangat kebersamaan.

JPKP Banyumas juga dinilai telah menunjukkan kiprah dalam pendampingan masyarakat, pengawalan aspirasi warga, kegiatan sosial, serta membangun komunikasi dengan berbagai elemen daerah.

Harapan pun diarahkan kepada kepengurusan baru agar tetap menjaga integritas dan independensi organisasi, sekaligus memperkuat profesionalitas dalam menjalankan fungsi pendampingan masyarakat.

“Selamat kepada JPKP Banyumas atas terselenggaranya Musda dan Rakerda hari ini. Kami melihat JPKP memiliki kepedulian sosial yang kuat dan terus hadir di tengah masyarakat. Semoga semakin solid, semakin profesional, dan semakin bermanfaat bagi Banyumas,” ujar salah satu ketua ormas yang hadir.

Apresiasi serupa disampaikan tamu undangan lainnya. Mereka berharap kepengurusan JPKP periode 2026–2031 mampu menghasilkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan pendampingan dan akses terhadap pelayanan publik.

Menutup rangkaian sambutannya, Kuat Teguh mengajak seluruh jajaran JPKP menjadikan perbedaan pandangan sebagai bagian dari proses demokrasi organisasi, bukan alasan untuk terpecah.

“Mari berbeda pendapat tanpa harus berbeda tujuan. Mari bekerja bersama untuk masyarakat dan pembangunan Kabupaten Banyumas. Dengan memohon ridha Allah SWT, semoga seluruh rangkaian kegiatan ini membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya.

Musda I dan Rakerda IV akhirnya bukan hanya menjadi momentum pergantian sekaligus peneguhan kepemimpinan. Forum tersebut menjadi penanda bahwa JPKP Banyumas ingin melangkah dengan agenda yang lebih terarah: mendengar suara masyarakat, mengawal kebijakan, mengawasi pembangunan, dan memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas.

Dengan kepengurusan baru, JPKP Banyumas membawa harapan agar kerja organisasi tidak berhenti di ruang musyawarah, tetapi hadir nyata di tengah persoalan masyarakat.

Baca Juga:  Problematika Pilkades dan Pergantian Perangkat Desa

(Shlh).