Purwokerto | Jawapost.Net

Komitmen membangun karakter generasi muda Indonesia di luar negeri terus diperkuat melalui program pengabdian masyarakat lintas negara. Salah satunya dilakukan STMIK Widya Utama yang mengirimkan mahasiswa terbaiknya dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Malaysia.

Program bertajuk “Mangunsari Goes Abroad 2026” itu merupakan agenda strategis yang digagas LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah dengan melibatkan sejumlah perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah untuk menjalankan pengabdian masyarakat di tingkat internasional.

Dalam kegiatan yang berlangsung pada 1–28 April 2026 tersebut, STMIK Widya Utama Purwokerto mengutus mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Alfian Hidayat, yang tergabung dalam tim bersama mahasiswa dari Universitas Duta Bangsa Surakarta.

Kegiatan pengabdian difokuskan di Sanggar Belajar Kampung Melayu Sungai Buloh, Malaysia, dengan mengusung tema “Pendidikan Digital Legal Empowerment bagi Anak Indonesia di Malaysia.” Program ini menyasar anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan pendekatan pendidikan digital, penguatan karakter, serta penanaman nilai nasionalisme.

Ketua STMIK Widya Utama, Bambang Nooryanto, mengatakan program tersebut dirancang untuk membangun kesadaran kebangsaan sekaligus meningkatkan literasi hukum dan teknologi bagi anak-anak diaspora Indonesia.

“Orientasi utama program ini adalah membentuk pola pikir anak-anak perantauan agar tidak hanya terampil memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki pemahaman hukum yang baik serta rasa bangga terhadap identitas bangsa Indonesia,” ujarnya, Selasa (25/5/2026).

Menurutnya, proses pembelajaran dilakukan dengan pendekatan modern melalui pemanfaatan perangkat lunak edukatif dan metode interaktif agar materi lebih mudah dipahami dan menarik bagi anak-anak.

Tak hanya fokus pada pendidikan digital, program KKN Internasional tersebut juga menghadirkan sejumlah kegiatan sosial lain yang menyentuh kehidupan sehari-hari para siswa di sanggar belajar. Mulai dari edukasi lingkungan, pola hidup bersih dan sehat, hingga pelatihan kewirausahaan sederhana untuk menumbuhkan kreativitas serta kemandirian sejak dini.

Baca Juga:  PCNU Kota Semarang Ziarahi Makam Pendiri NU, Kobarkan Semangat Santri

Bambang menilai, dampak program mulai terlihat dari perubahan sikap para peserta didik yang kini semakin mengenal dan mencintai tanah air meski tumbuh di lingkungan perantauan.

“Melalui pendekatan yang humanis dan penguatan kembali nilai-nilai kebangsaan, anak-anak PMI kini memiliki rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” katanya.

Ia berharap sinergi program pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan kewirausahaan tersebut dapat menjadi bekal penting bagi masa depan anak-anak diaspora Indonesia di Malaysia.

Selain memberi manfaat kyepada masyarakat sasaran, kegiatan itu juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan sosial, kepemimpinan, hingga diplomasi budaya di tingkat internasional.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik dan sosial, tetapi juga menjadi representasi positif institusi dan bangsa Indonesia di luar negeri,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama dan Internasional sekaligus dosen pembimbing, Rianti Yunita Kisworini, menyampaikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa selama menjalankan program pengabdian di Malaysia.

Menurutnya, meski kegiatan berlangsung di luar negeri, proses pendampingan dan koordinasi tetap dilakukan secara intensif agar seluruh program berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak Indonesia di Sanggar Belajar binaan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.

Pewarta : Shlh.