Banyumas | Jawapost.Net

Komitmen pemerintah dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional kembali ditegaskan Presiden Republik Indonesia dalam agenda nasional yang diikuti secara virtual oleh berbagai daerah di Indonesia, termasuk Desa Lebeng, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas.

Kegiatan zoom meeting tersebut dihadiri Kepala Desa Lebeng Tugiyo beserta jajaran, perwakilan kepala desa se-Kecamatan Sumpiuh, unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, Linmas, Karang Taruna, hingga Tim Penggerak PKK.

Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa amanat Pasal 33 UUD 1945 harus diwujudkan melalui pengelolaan sumber daya alam yang berpihak pada kesejahteraan rakyat. Menurutnya, masyarakat harus menjadi pelaku utama pembangunan, terutama dalam penguatan sektor pangan dan ekonomi desa.

“Ekonomi kerakyatan harus benar-benar diwujudkan. Kekuatan bangsa ini ada pada petani, nelayan, pelaku usaha kecil, dan masyarakat desa,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Pemerintah, lanjut Presiden, terus mendorong penguatan sektor pangan melalui peningkatan produksi pertanian, distribusi pupuk, hingga pembangunan berbagai fasilitas penunjang di daerah.

Dalam kesempatan itu, Presiden menyebut Indonesia berhasil mencatat surplus beras nasional sebesar 34,69 juta ton dengan cadangan sekitar 5,3 juta ton. Capaian tersebut dinilai sebagai hasil kerja keras bersama dalam menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan global.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengklaim telah membangun lebih dari 9.000 gudang dan fasilitas pendukung pangan dalam waktu kurang dari tujuh bulan sebagai bagian dari percepatan pembangunan sektor pangan nasional.

Presiden menilai Indonesia harus meninggalkan pola pikir rendah diri dan mulai percaya pada kemampuan bangsa sendiri dalam memenuhi kebutuhan nasional, termasuk pangan bagi lebih dari 287 juta penduduk.

“Memberi makan ratusan juta rakyat bukan pekerjaan ringan. Ini perjuangan besar yang membutuhkan kerja keras seluruh pihak,” katanya.

Baca Juga:  Bupati Sadewo Serahkan Mobil Siaga CSR BKK Purwokerto untuk Desa Kalibagor

Turut hadir dalam agenda nasional tersebut jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, anggota DPR RI, hingga kepala desa dan perangkat desa dari berbagai wilayah.

Di Desa Lebeng sendiri, kegiatan zoom meeting berlangsung penuh antusias. Kehadiran berbagai unsur masyarakat menjadi simbol dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi berbasis desa.

Pemerintah berharap seluruh program penguatan pangan nasional tidak hanya berhenti pada angka produksi dan pembangunan infrastruktur, tetapi benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat hingga tingkat desa.

Pewarta : Shlh

Karena pada akhirnya, keberhasilan pembangunan paling nyata bukan sekadar data di podium, melainkan ketika rakyat benar-benar merasakan harga pangan stabil dan kebutuhan hidup lebih terjangkau.