
Banyumas | Jawapost.Net
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III di Desa Cirahab, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, resmi ditutup setelah berlangsung selama 30 hari. Pembangunan infrastruktur yang dikerjakan melalui program tersebut kini membuka akses transportasi baru yang dinilai semakin memudahkan mobilitas masyarakat.
Penutupan TMMD dilakukan oleh Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti bersama Komandan Kodim 0701/Banyumas Letkol Inf Edward Samosir di Lapangan Desa Cirahab, Kamis (13/8/2026).
TMMD yang berlangsung sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 itu menuntaskan seluruh sasaran fisik yang telah ditetapkan. Di antaranya pembangunan jalan rabat beton sepanjang 665 meter dengan lebar 6 meter, satu unit jembatan sepanjang 9 meter dan lebar 3 meter, satu unit talud, tiga unit plat beton, serta dua titik drainase.
Selain sasaran utama, program tersebut juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat melalui pembangunan satu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang didukung Baznas Banyumas dan lima unit jamban keluarga melalui PMI.
Letkol Inf Edward Samosir mengatakan seluruh sasaran fisik TMMD berhasil diselesaikan dengan capaian 100 persen. Pelaksanaan kegiatan melibatkan 108 personel TNI yang bekerja bersama masyarakat setempat.
“Untuk keterlibatan personel berjumlah 108 orang, dibantu juga dengan masyarakat sekitar,” ujar Edward.
Bagi warga, hasil pembangunan tersebut bukan sekadar infrastruktur baru. Jalan rabat beton yang dibangun kini membentuk jalur alternatif yang membuat akses di wilayah Gerumbul Karang Tengah menjadi lebih terbuka.
Kepala Desa Cirahab, Subur Priyanto, menyambut baik selesainya pembangunan tersebut. Ia menilai keberadaan jalan baru memberikan manfaat langsung bagi aktivitas warga, terutama dalam memperlancar mobilitas kendaraan.
“Dulu di Desa Cirahab, Gerumbul Karang Tengah tadinya hanya satu jalan, sekarang menjadi lingkar. Jadi sangat bermanfaat sekali,” katanya.
Menurut Subur, sebelum pembangunan dilakukan, pilihan akses warga masih terbatas. Ketika jalan utama digunakan untuk kegiatan masyarakat dan harus ditutup sementara, pengguna kendaraan, khususnya mobil, kerap mengalami kesulitan untuk melintas.
Kini, kondisi tersebut mulai teratasi dengan adanya jalur alternatif.
“Sekarang karena sudah ada jalan alternatif, akses transportasi menjadi lebih lancar,” ujarnya.
Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti berharap peningkatan infrastruktur di Desa Cirahab tidak hanya mempermudah perjalanan warga, tetapi juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurutnya, akses transportasi yang semakin baik akan membuka ruang mobilitas yang lebih luas sehingga kegiatan ekonomi warga dapat berjalan lebih efektif.
“Dengan akses yang lebih baik, mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat semoga semakin lancar,” kata Lintarti.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga dan merawat hasil pembangunan. Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak berhenti pada selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga ditentukan oleh kemampuan masyarakat mempertahankan dan memanfaatkan hasil pembangunan tersebut dalam jangka panjang.
“Mari bersama-sama kita jaga dan rawat pembangunan ini agar tetap baik dan manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya.
Dengan selesainya TMMD Sengkuyung Tahap III, pembangunan di Desa Cirahab diharapkan menjadi pengungkit bagi mobilitas warga sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Lumbir. Shlh.
