
Bogor | Jawapost.net
Kehadiran Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia di tengah ratusan warga Kabupaten Bogor menjadi momen yang mencuri perhatian dalam kegiatan Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80. Tidak hanya meninjau pelaksanaan pelayanan kesehatan, Wakapolri hadir menyapa masyarakat secara langsung, memperlihatkan wajah humanis Polri yang semakin dekat dengan rakyat.
Kegiatan yang digelar Polri bersama Alumni Akpol 1990 Dhira Brata di Polsek Megamendung, Kabupaten Bogor, Minggu (14/6/2026), sejak pagi dipadati warga yang ingin memanfaatkan layanan kesehatan gratis. Antrean panjang terlihat didominasi para lansia, ibu rumah tangga, hingga pekerja harian yang antusias memeriksakan kondisi kesehatannya.
Di tengah keramaian tersebut, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, M.Si. menyusuri barisan warga, menyapa satu per satu, sekaligus memberikan semangat agar masyarakat terus menjaga kesehatan.
“Semoga Bapak dan Ibu selalu diberikan kesehatan,” ujar Wakapolri kepada warga yang tengah menunggu pemeriksaan.
Suasana hangat dan penuh keakraban pun tercipta. Banyak warga mengaku senang karena dapat bertemu langsung dengan pimpinan Polri yang hadir tanpa sekat dan menyempatkan diri mendengarkan keluhan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Wakapolri menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tingginya partisipasi warga dalam kegiatan tersebut dinilai sebagai indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini berbagai penyakit.
“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk menjaga kesehatan semakin baik. Harapannya, melalui pemeriksaan ini masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal sehingga langkah pencegahan maupun pengobatan dapat dilakukan secara tepat,” ungkapnya.
Tak hanya berhenti pada pemeriksaan kesehatan, Wakapolri juga menekankan pentingnya tindak lanjut terhadap hasil pemeriksaan yang ditemukan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, sinergi antara Polres Bogor dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor perlu diperkuat agar masyarakat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
Selain menghadirkan layanan medis gratis, kegiatan sosial tersebut juga diwarnai dengan penyaluran 500 paket sembako kepada masyarakat. Perhatian khusus diberikan kepada anak yatim, kaum dhuafa, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Beragam layanan kesehatan disediakan bagi warga, mulai dari pemeriksaan tanda vital, konsultasi dokter umum dan spesialis, pemeriksaan laboratorium sederhana, pemberian obat-obatan, edukasi kesehatan, pembagian 100 kacamata baca gratis, hingga pemberian 100 paket imunitas.
Kepala Satuan Kesehatan Pusdokkes Polri, Kombes Pol dr. Alexy Oktoman Djohansjah, Sp.OG., Subsp.Onk., menjelaskan bahwa seluruh layanan telah dipersiapkan secara optimal untuk menjangkau masyarakat secara maksimal.
“Kami menyiapkan kapasitas pelayanan bagi sekitar 500 warga. Tenaga medis, sarana kesehatan, obat-obatan, ambulans, hingga peralatan pemeriksaan telah disiapkan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, nyaman, dan berkualitas,” jelasnya.
Pelayanan kesehatan tersebut didukung oleh 40 personel medis yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, petugas laboratorium, serta empat unit ambulans yang disiagakan selama kegiatan berlangsung.
Dari total 204 warga yang mendapatkan pelayanan kesehatan, hasil pemeriksaan menunjukkan hipertensi menjadi keluhan terbanyak dengan 45 kasus. Disusul infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebanyak 32 kasus, gastritis atau dispepsia 25 kasus, diabetes melitus 18 kasus, dermatitis 15 kasus, nyeri otot dan sendi 12 kasus, asam urat 10 kasus, dislipidemia 8 kasus, gangguan mata 7 kasus, anemia 5 kasus, serta berbagai keluhan lainnya sebanyak 27 kasus.
Data tersebut menjadi pengingat penting bahwa penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius melalui pemeriksaan berkala dan pengobatan yang berkesinambungan.
Apresiasi pun datang dari masyarakat. Salah satunya disampaikan Susanti, warga Desa Sukakarya, yang mengaku terbantu dengan pelayanan kesehatan gratis yang diberikan.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami bisa mengetahui kondisi kesehatan kami tanpa biaya. Pelayanannya ramah dan profesional. Kami juga merasa senang karena Bapak Wakapolri hadir langsung menyapa warga,” tuturnya.
Melalui kolaborasi antara Polri, masyarakat, dan Alumni Akpol 1990 Dhira Brata, kegiatan Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menghadirkan layanan medis dan bantuan sosial, tetapi juga memperkuat ikatan kemanusiaan antara aparat dan masyarakat.
Kehadiran Polri yang dirasakan langsung oleh warga menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas keamanan, melainkan juga melalui aksi nyata yang membawa manfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan bersama.
Pewarta : Shlh
