
Jakarta | Jawapost.Net
Komitmen memperkuat sinergi antara institusi kepolisian dan dunia akademik kembali mendapat penguatan. Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si., yang menjabat sebagai Kasatgas Pembentukan Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri, resmi menjadi bagian dari sivitas akademika Universitas Bima Sakapenta (UBISA), Senin (3/8/2026).
Bergabungnya perwira tinggi Polri tersebut mendapat apresiasi langsung dari Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. Menurutnya, langkah tersebut menjadi momentum penting dalam memperluas kolaborasi strategis antara Polri dan perguruan tinggi di Indonesia, sekaligus memperkokoh jejaring nasional Pusat Studi Kepolisian.
“Saya mengucapkan selamat kepada Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo atas bergabungnya di Universitas Bima Sakapenta. Kehadiran beliau akan semakin memperkuat kolaborasi antara Polri dan dunia pendidikan tinggi serta memperluas jejaring Pusat Studi Kepolisian yang terus kita bangun bersama perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia,” ujar Wakapolri.
Ia menjelaskan, peran Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo selama ini sangat strategis dalam mendorong pembentukan Pusat Studi Kepolisian di berbagai kampus. Hingga kini, inisiatif tersebut telah berkembang di 79 perguruan tinggi negeri maupun swasta di berbagai wilayah Indonesia.
Dari jumlah tersebut, 40 Pusat Studi Kepolisian telah beroperasi, lima sedang memasuki tahap penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), sementara 34 lainnya masih berada dalam proses pembentukan dan pengembangan kerja sama.
Menurut Wakapolri, keberadaan Pusat Studi Kepolisian bukan sekadar memperluas jaringan kelembagaan, melainkan menjadi ruang kolaboratif yang mempertemukan pengalaman praktis kepolisian dengan kekuatan riset dan kajian akademik.
“Yang lebih penting adalah bagaimana Pusat Studi Kepolisian menjadi ruang bertemunya pengalaman praktis kepolisian dengan kekuatan akademik kampus. Dari sana kita ingin lahir riset, inovasi, dan rekomendasi berbasis ilmu pengetahuan yang mampu menjawab persoalan keamanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penguatan jejaring akademik tersebut merupakan bagian dari pembangunan ekosistem Police Science yang semakin terbuka, kolaboratif, dan berbasis ilmu pengetahuan. Perguruan tinggi diharapkan menjadi mitra strategis dalam mengembangkan konsep evidence-based policing guna menjawab tantangan keamanan yang terus berkembang di era digital.

Sementara itu, Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo menuturkan bahwa keputusannya bergabung dengan UBISA didasari keinginan untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan perguruan tinggi yang tengah bertumbuh.
Menurutnya, mendukung kemajuan sebuah kampus berarti ikut menyiapkan masa depan bangsa melalui penguatan sumber daya manusia, pengembangan ilmu pengetahuan, serta lahirnya berbagai inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat.
Ia menegaskan, perguruan tinggi yang besar tidak dibangun dalam waktu singkat. Diperlukan sinergi berbagai pihak, mulai dari tenaga pendidik, pemerintah, masyarakat, alumni, hingga mitra strategis agar kampus mampu berkembang menjadi pusat keunggulan.
Kehadiran Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo disambut langsung oleh Ketua Yayasan Khafdilah, S.Kom., S.H., M.H., Sekretaris Yayasan Maylane Boni Abdillah, Rektor UBISA Drs. Agus Supriyadi, M.T., Wakil Rektor II Dra. Surtiati, M.Pd., jajaran Program Studi Hukum, serta seluruh sivitas akademika UBISA.
Rektor UBISA, Drs. Agus Supriyadi, M.T., menyampaikan optimisme bahwa pengalaman dan jejaring akademik yang dimiliki Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo akan menjadi energi baru bagi kemajuan universitas.
“Selamat bergabung di Universitas Bima Sakapenta. Semoga kehadiran beliau mampu menginspirasi sekaligus memperkuat langkah UBISA dalam melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, berbudi luhur, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Mengusung semangat “Mlesat Mabur Duwur, Nggayuh Adab Luhur”, kolaborasi antara UBISA dan Polri diharapkan mampu memperkuat ekosistem akademik sekaligus membuka ruang sinergi yang lebih luas dalam pengembangan riset, inovasi, dan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.
Bagi Polri, berkembangnya jejaring Pusat Studi Kepolisian di berbagai perguruan tinggi merupakan investasi jangka panjang dalam mewujudkan institusi kepolisian yang semakin modern, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Polri masa depan harus semakin dekat dengan ilmu pengetahuan. Kampus adalah mitra strategis kita. Semakin kuat kolaborasi Polri dan perguruan tinggi, semakin kuat pula fondasi transformasi Polri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Wakapolri.
Pewarta: (Shlh).
