
JAWAPOST.Net, Banyumas ~ Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyumas, Khasanatul Mufidah SH, menyampaikan apresiasi kepada insan pers dan para kreator konten yang selama ini turut membantu menyebarkan dakwah zakat kepada masyarakat.
Menurutnya, peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi yang benar sekaligus menyaring berbagai informasi di media sosial yang kerap memunculkan kabar negatif.
Hal itu disampaikan Mufidah di hadapan puluhan wartawan saat kegiatan di Aula Kantor BAZNAS Banyumas, Senin (16/3/2026).
Ia mencontohkan, beberapa isu yang beredar di media sosial, seperti kabar terkait program MBG, sebenarnya tidak ada pengelolaannya di Kabupaten Banyumas.
Karena itu, kehadiran media dinilai membantu memberikan klarifikasi dan informasi yang lebih akurat kepada masyarakat.
Mufidah menilai wartawan merupakan salah satu pihak yang paling efektif dalam menyampaikan dakwah zakat kepada berbagai lapisan masyarakat, mulai dari kalangan tertentu hingga masyarakat luas.
Ke depan, BAZNAS Banyumas berharap kerja sama dengan media dapat terus diperkuat agar setiap kegiatan dan program lembaga tersebut dapat cepat diketahui masyarakat.
Selain itu, BAZNAS juga berupaya meningkatkan porsi program zakat produktif. Jika sebelumnya alokasi zakat produktif hanya sekitar 30 persen, kini ditingkatkan menjadi 50 persen untuk mendorong kemandirian ekonomi para mustahik.
“Bantuan konsumtif seperti sembako memang membantu, tetapi dampaknya tidak jangka panjang. Melalui bantuan usaha kecil, mustahik diharapkan bisa lebih mandiri,” ujar Mufidah.

Program zakat produktif tersebut akan difokuskan pada pengembangan usaha mikro milik mustahik, seperti usaha kopi, laundry, serta berbagai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Ia juga menegaskan bahwa peran media sangat membantu dari balik layar karena mampu membuat pesan tentang zakat menjangkau masyarakat lebih luas, termasuk kepada para penerima manfaat yang membutuhkan.
Mufidah menilai media memiliki posisi penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya calon muzaki, agar menyalurkan zakat melalui BAZNAS.
“Media punya posisi yang setara dengan kiai karena sama-sama berdakwah tentang zakat. Bahkan dalam beberapa hal, media bisa lebih efektif menjangkau masyarakat luas,” katanya.
Hingga 2026, BAZNAS Banyumas masih mencatatkan capaian pengumpulan zakat tertinggi di Jawa Tengah dengan nilai sekitar Rp.25,2 miliar.
Capaian tersebut menjadi amanah besar yang harus dikelola secara optimal agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Karena itu, BAZNAS Banyumas mulai mengurangi sejumlah program yang bersifat konsumtif dan mengarahkan lebih banyak bantuan ke program pemberdayaan ekonomi.
(Shlh).
