Banyumas | Jawapost.Net

Denyut aktivitas di Pasar Sokaraja, Kabupaten Banyumas, mulai kehilangan gairahnya. Jika dulu pasar tradisional ini dikenal ramai dan menjadi tujuan utama masyarakat untuk berbelanja, kini suasananya justru tampak lengang bahkan sejak menjelang siang.

Pada Kamis sekitar pukul 11.00 WIB, sejumlah lorong pasar terlihat sepi pengunjung. Beberapa pedagang hanya duduk menunggu pembeli datang, sementara aktivitas transaksi berlangsung sangat minim. Kondisi ini dikeluhkan para pedagang yang mengaku pendapatannya terus menurun dalam beberapa waktu terakhir.

Adam, salah satu pedagang sekaligus pemilik jasa mesin parut kelapa di Pasar Sokaraja, mengatakan situasi pasar saat ini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Menurutnya, sepinya pengunjung sudah menjadi pemandangan sehari-hari.

“Kalau jam segini biasanya sudah sepi pengunjung. Saya juga kurang tahu penyebab pastinya apa. Yang jelas pendapatan setiap hari sekarang minim,” ujarnya.

Ia menuturkan, keramaian pasar hanya terasa pada momen tertentu seperti menjelang Hari Raya Idulfitri. Di luar musim tersebut, aktivitas jual beli cenderung menurun drastis.

“Paling ramai itu saat Lebaran saja, setahun sekali,” katanya dengan nada pasrah.

Kondisi ini turut menjadi gambaran tantangan yang dihadapi pasar tradisional di tengah perubahan pola belanja masyarakat. Sebagian pedagang berharap ada langkah nyata untuk kembali menghidupkan aktivitas pasar agar roda ekonomi kecil tetap bergerak.

Meski suasana pasar tidak seramai dulu, sejumlah pedagang tetap bertahan menggantungkan harapan dari para pelanggan setia yang masih datang berbelanja. Karena begitulah nasib pasar tradisional sekarang, bertahan di tengah zaman yang lebih akrab dengan keranjang digital dibanding sapaan antar pedagang. (Shlh)

Baca Juga:  Kandang Puyuh dan Aroma Petaka di Bojanegara: Kesepakatan yang Diremehkan