
Banyumas | Jawapost.Net — Upaya menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Banyumas mendapat dukungan nyata dari berbagai elemen masyarakat. Sebanyak 813 warga belajar berhasil dijaring untuk kembali menempuh pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Surya Muhammadiyah.
Komitmen tersebut ditandai dengan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) PKBM Surya Muhammadiyah Tahun Ajaran 2026/2027 oleh Bupati Banyumas, Minggu (9/8/2026), di Auditorium Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).
Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Banyumas meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka ATS melalui Program Pasti Sekolah, salah satu agenda dalam Trilogi Program Banyumas. Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi pemerintah bersama berbagai unsur masyarakat, termasuk Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Banyumas.
Ketua Penyelenggara MPLS PKBM Surya Muhammadiyah, Asep Saeful Anwar, mengungkapkan, 813 warga belajar yang terjaring memiliki latar belakang dan usia yang beragam.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 213 peserta mengikuti Paket A, 225 peserta Paket B, dan 374 peserta Paket C. Menariknya, peserta program tidak hanya berasal dari kalangan usia sekolah, tetapi juga mencakup warga belajar berusia hingga 55 tahun.
Bahkan, terdapat pasangan suami istri yang memilih mendaftarkan diri bersama untuk kembali memperoleh kesempatan pendidikan.
“Dari total 813 peserta yang masuk, terdiri dari 213 warga belajar Paket A, 225 Paket B, dan 374 Paket C. Latar belakang pesertanya sangat beragam, bahkan ada yang berusia hingga 55 tahun dan pasangan suami istri yang antusias mendaftar bersama,” ungkap Asep.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan tetap tinggi, sekaligus menunjukkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah, Muhammadiyah, akademisi, dan masyarakat.
“Ini bukti hadirnya kolaborasi antara Pemerintah, Muhammadiyah, akademisi, dan masyarakat demi memastikan seluruh warga Banyumas mendapatkan hak pendidikan,” lanjutnya.
Antusiasme peserta juga terlihat dari keterlibatan 25 PKBM yang hadir secara serentak dalam pembukaan MPLS. Kehadiran tersebut menjadi sinyal positif bahwa semakin banyak masyarakat yang memiliki keberanian dan kemauan untuk kembali melanjutkan pendidikan setelah sebelumnya terhenti.
Bupati Banyumas menyambut capaian tersebut dengan apresiasi kepada PDM Muhammadiyah Banyumas, pengelola PKBM, para tutor, serta seluruh pihak yang terlibat dalam membuka kembali akses pendidikan bagi masyarakat.
Ia menilai keberadaan PKBM telah memberikan kontribusi penting dalam mendukung agenda Pemkab Banyumas mengatasi persoalan ATS.
“Saya menyampaikan apresiasi dan berterima kasih kepada jajaran Muhammadiyah Banyumas. PKBM ini sudah mampu merangkul lebih dari 800 warga belajar untuk kembali mengenyam pendidikan. Ini adalah dukungan luar biasa bagi Pemkab Banyumas dalam mengentaskan anak tidak sekolah,” ujar Bupati Banyumas.

Menurutnya, PKBM bukan sekadar tempat memperoleh ijazah, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk membangun kembali kepercayaan diri, mengembangkan kemampuan, memperluas pengetahuan, serta meningkatkan keterampilan sebagai bekal menghadapi masa depan.
Karena itu, ia meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut secara sungguh-sungguh dan tidak pasif selama mengikuti proses pembelajaran.
“Manfaatkanlah kesempatan belajar di PKBM ini dengan sebaik-baiknya. Jangan ragu untuk bertanya, jangan takut untuk berdiskusi, dan gali ilmu sebanyak mungkin. Jadikan proses belajar ini sebagai perjalanan yang menyenangkan dan bermakna,” tuturnya.
Bupati juga menegaskan, persoalan ATS tidak mungkin diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan gotong royong dan kepedulian seluruh elemen masyarakat agar setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan.
Sinergi pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, keluarga, akademisi, dan masyarakat dinilai menjadi fondasi penting untuk memastikan tidak ada warga Banyumas yang kehilangan kesempatan belajar.
Dengan hadirnya ratusan warga belajar dari berbagai usia tersebut, PKBM Surya Muhammadiyah sekaligus menunjukkan bahwa kesempatan untuk kembali belajar tidak mengenal kata terlambat. Pendidikan menjadi pintu bagi masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidup dan menatap masa depan dengan harapan yang lebih besar.
Pewarta: (Shlh)
