Kebumen | Jawapost.Net
Reporter : Shlh.

KEBUMEN — Kebakaran melanda lahan pekarangan seluas sekitar 1,3 hektare di Dukuh Clungup, Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Jumat (28/8/2026). Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan.

Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 13.15 WIB oleh Tugomahno (53), Kepala Dusun I Desa Grenggeng. Saat melintas di kawasan RW 05 dan RW 06, ia melihat kepulan asap dari area lahan.

Setelah diperiksa, api diketahui telah membakar tumpukan daun dan ranting kering yang berada di lahan tersebut. Kondisi vegetasi yang kering diduga membuat api dengan cepat merambat di area sekitar.

Tugomahno kemudian melaporkan kejadian itu kepada Salim (58), mantan kepala desa setempat. Informasi tersebut selanjutnya diteruskan ke Polsek Karanganyar sekitar pukul 13.30 WIB.

Mendapat laporan, personel Polsek Karanganyar yang dipimpin Kapolsek Karanganyar Iptu Aris Haryadi langsung menuju lokasi. Polisi bersama warga berjibaku melakukan pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) serta peralatan manual berupa dahan dan bambu.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 15.00 WIB sebelum merembet ke kawasan permukiman warga.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, hasil penanganan awal menunjukkan kebakaran diduga dipicu kelalaian seseorang yang membakar sampah kemudian meninggalkan lokasi.

“Diduga akibat kelalaian orang yang membakar sampah kemudian ditinggal pergi,” kata AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.

Polisi telah melakukan pemeriksaan di lokasi, mengamankan tempat kejadian, meminta keterangan saksi, serta membuat laporan terkait peristiwa tersebut.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. Polisi juga tidak menemukan adanya kerugian material yang dilaporkan.

Meski api berhasil dipadamkan, peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan. Terlebih, kondisi lahan dan vegetasi yang kering dapat membuat api mudah menjalar dan berpotensi mengancam lingkungan maupun permukiman.

Baca Juga:  Bawa Klewang Sepanjang 1,5 Meter di Jalan Raya,Dua Pelajar Diamankan Polres Kebumen

Polisi mengimbau warga selalu mengawasi setiap aktivitas pembakaran dan memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi. (**).