Banyumas | Jawapost.Net
Reporter : Sunaryo.

Sebanyak 120 pelajar SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto mendapat pembekalan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) melalui program Paham AI yang digelar Polresta Banyumas, Senin (14/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya Polresta Banyumas memperkuat literasi digital pelajar sekaligus mendorong generasi muda agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara kreatif, produktif, dan bertanggung jawab.

Pelatihan menghadirkan tim trainer Polresta Banyumas yang terdiri atas Ipda Wiwid Adi Saputro, S.Psi., Ipda Henri Sudaryadi, S.H., M.H., Ipda Khasan Ari Wibowo, S.E., Ipda Danang Setiadi, S.H., M.H., Ipda Anang Patria Luhludy, S.Psi., M.H., serta Briptu Alan Darmasaputra, S.H.

Para peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis. Mereka juga mengikuti rangkaian pembelajaran yang mencakup pendaftaran melalui website Senopati Academy, pengisian pretest dan posttest, hingga praktik pemanfaatan AI secara langsung melalui Lab AI.

Peserta yang menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan mendapatkan sertifikat dari Senopati Academy sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan penyelesaian program.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan pengenalan AI sejak bangku sekolah penting untuk mempersiapkan pelajar menghadapi perubahan teknologi yang berlangsung semakin cepat.

Menurutnya, pemahaman terhadap AI tidak berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi. Pelajar juga perlu memiliki kesadaran untuk menggunakannya secara tepat dan bertanggung jawab.

“Pelajar juga perlu memahami cara memanfaatkannya secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab sehingga perkembangan teknologi dapat memberikan manfaat positif bagi pendidikan maupun pengembangan potensi diri,” ujar Petrus.

Melalui program tersebut, Polresta Banyumas berharap pelajar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu melihat AI sebagai sarana untuk belajar, berkarya, mengembangkan kreativitas, dan meningkatkan kemampuan diri.

Baca Juga:  Haflah Akhirusanah KB Nur Qulbi: Cermin Kegagalan Pembangunan di Desa Pagerandong

Pembekalan literasi digital sejak usia sekolah dinilai menjadi langkah penting agar kemajuan teknologi dapat diikuti dengan kecakapan dan tanggung jawab dalam penggunaannya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar. (**).