
Kebumen | Jawapost.Net
Semangat gotong royong tumbuh di tengah musibah yang dialami Sodirin (70), warga Dukuh Penajung, Desa Tunjungseto, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen. Sepekan setelah rumahnya ludes terbakar, polisi bersama TNI, pemerintah dan warga turun tangan memperbaiki kembali tempat tinggal tersebut, Minggu (27/9/2026).
Rumah berukuran sekitar 7 x 8 meter itu terbakar pada Jumat malam, 18 September 2026. Kebakaran menghanguskan bangunan, sejumlah barang milik korban, serta ternak berupa ayam, kelinci dan bebek. Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, keterlibatan personel Polsek Kutowinangun dalam kerja bakti merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap warga yang sedang menghadapi musibah.
“Polres Kebumen melalui Polsek Kutowinangun hadir membantu warga yang sedang ditimpa musibah. Semoga apa yang kami lakukan bisa sedikit meringankan beban korban,” kata Putu.
Gotong royong dimulai sekitar pukul 08.31 WIB. Sejumlah personel Polsek Kutowinangun, di antaranya Aiptu Karsono, Aiptu Aris D, Aiptu Sulistiyo, dan Bhabinkamtibmas Aipda Sopan, turut bekerja bersama warga memperbaiki rumah korban.

Kegiatan tersebut juga melibatkan Sekretaris Kecamatan Kutowinangun Khasnan Zaki beserta jajarannya, personel TNI, Kepala Desa Tunjungseto bersama perangkat desa, serta masyarakat sekitar. Kebersamaan berbagai unsur itu diharapkan dapat membantu Sodirin bangkit dan tidak larut dalam kesedihan setelah kehilangan tempat tinggalnya.
Kebakaran bermula sekitar pukul 19.00 WIB ketika salah seorang anggota keluarga membakar sisa rumput pakan ternak di bagian dapur. Api kemudian ditinggalkan karena yang bersangkutan harus pergi bekerja.
Sekitar pukul 23.00 WIB, warga melihat kobaran api membesar dari arah dapur. Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama, namun api telah membesar sementara sumber air berada cukup jauh dari lokasi. Rumah dan seluruh isinya akhirnya tidak dapat diselamatkan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah ternak milik Sodirin ikut terbakar. Polisi menduga kebakaran dipicu aktivitas pembakaran sisa rumput yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
Dalam kesempatan itu, personel Polsek Kutowinangun kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan pembakaran, terutama di sekitar permukiman.
“Jangan meninggalkan api yang masih menyala. Pastikan bara sudah benar-benar padam, terutama jika pembakaran dilakukan di dekat rumah,” tegas Putu.
Gotong royong tersebut bukan hanya menjadi upaya memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga menjadi bentuk dukungan sosial agar Sodirin dan keluarganya dapat kembali menata kehidupan setelah kehilangan rumah akibat kebakaran.
Reporter : (Shlh)
