
Karanganyar | Jawapost.net
Kemeriahan Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 di De Tjolomadoe, Karanganyar, Sabtu (20/6/2026), tidak hanya menghadirkan persaingan para gamer terbaik. Momentum tersebut juga menjadi panggung besar pembinaan generasi muda ketika sebanyak 3.500 pegiat esports Generasi Z dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah menyatakan komitmen bersama menjaga keamanan, menjunjung sportivitas, serta menolak berbagai ancaman negatif di ruang digital.
Deklarasi yang dikemas dalam program Sabuk Kamtibmas Pegiat E-Sport Gen Z Jawa Tengah itu digelar menjelang pembukaan resmi turnamen. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif dan edukatif Polda Jawa Tengah dalam membangun kesadaran hukum sekaligus memperkuat kemitraan dengan kalangan muda di tengah pesatnya perkembangan dunia digital.
Ribuan peserta yang memadati kawasan De Tjolomadoe tampak antusias mengikuti deklarasi yang dipimpin dua figur populer komunitas esports, EVOS Street dan EVOS Saykots. Kehadiran keduanya membuat pesan-pesan tentang keamanan, ketertiban, dan etika bermedia sosial lebih mudah diterima oleh generasi muda yang selama ini akrab dengan dunia gim dan teknologi.
Dalam deklarasi tersebut, para pegiat esports menyatakan lima komitmen utama. Mereka berjanji menjaga keamanan dan sportivitas selama turnamen berlangsung, menjadikan esports sebagai ruang pengembangan prestasi dan kreativitas, menolak perundungan, ujaran kebencian, narkoba, hingga judi online, serta siap menjadi pelopor Generasi Z yang bijak dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial.
Tak hanya itu, mereka juga menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Polri, khususnya Polda Jawa Tengah, dalam mewujudkan ruang digital yang aman, sehat, dan kondusif bagi masyarakat.
Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Siti Rondhijah, menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan semata tugas aparat kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.

“Melalui Deklarasi Sabuk Kamtibmas ini, kami mengajak para pegiat esports Generasi Z untuk menjadi pelopor dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, baik di lingkungan sekitar maupun di ruang digital. Anak muda harus hadir sebagai bagian dari solusi dengan menebarkan semangat damai, sportivitas, serta penggunaan media sosial yang bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurutnya, Generasi Z memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam menyaring berbagai pengaruh negatif yang beredar di dunia maya, mulai dari hoaks, ujaran kebencian, konflik sosial hingga maraknya praktik judi online.
“Kami ingin mengubah pola pikir bahwa menjaga kamtibmas bukan hanya urusan aparat atau orang dewasa. Generasi muda juga memiliki tanggung jawab yang sama. Melalui komunitas dan hobi yang mereka cintai, energi positif anak muda dapat diarahkan menjadi kekuatan produktif yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menilai deklarasi tersebut menjadi bukti bahwa esports memiliki peran yang jauh lebih luas dibanding sekadar ajang kompetisi.
Menurutnya, Kapolda Jateng Cup 2026 dirancang sebagai ruang pembinaan sekaligus pemberdayaan generasi muda agar mampu berkembang menjadi pribadi yang kreatif, berprestasi, dan memiliki kepedulian sosial.
“Melalui Deklarasi Sabuk Kamtibmas ini, kami ingin menunjukkan bahwa komunitas esports memiliki kepedulian tinggi terhadap keamanan, sportivitas, dan terciptanya ruang digital yang sehat. Inilah wajah Generasi Z Jawa Tengah yang kreatif, berprestasi, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Deklarasi yang menggema di tengah semarak turnamen tersebut menjadi simbol kolaborasi antara kepolisian dan generasi muda dalam menghadapi tantangan era digital. Di tengah derasnya arus informasi dan berbagai ancaman di ruang maya, lahir harapan baru bahwa Generasi Z tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga penjaga nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan ketertiban di tengah masyarakat.
Pewarta : Shlh
