
Jawapost.net | Cilacap — Polresta Cilacap menggelar simulasi pengamanan unjuk rasa yang berpotensi memicu konflik sosial dengan melibatkan 480 personel di Alun-Alun Kabupaten Cilacap, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menguji kesiapan aparat dalam menghadapi potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat.
Simulasi tersebut dihadiri Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya, Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buono, serta unsur Forkopimda.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel gelar pasukan, kemudian dilanjutkan dengan peragaan penanganan aksi unjuk rasa.
Dalam simulasi, personel memperagakan tahapan pengamanan mulai dari pengawalan penyampaian aspirasi hingga langkah pengendalian saat situasi mengalami eskalasi.
Kapolresta Cilacap Budi Adhy Buono menegaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kemampuan dan kesiapsiagaan personel.
Simulasi juga mencakup kesiapan sarana dan prasarana dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas yang dapat berkembang menjadi konflik sosial.
Ia menjelaskan, langkah antisipatif telah dilakukan sejak dini melalui deteksi awal, pengumpulan informasi, hingga patroli siber guna meminimalkan potensi gangguan di wilayah hukum Polresta Cilacap.
Menurutnya, latihan ini penting agar seluruh personel memahami tugas dan peran masing-masing saat bertugas di lapangan, terutama dalam menghadapi situasi yang bersifat mendesak.
Selain itu, pemantauan situasi juga terus dilakukan secara berkelanjutan hingga tingkat wilayah melalui jajaran Polsek dan peran aktif Bhabinkamtibmas di desa, sehingga setiap perkembangan dapat segera direspons.
Kapolresta juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi.
Ia menekankan pentingnya menyampaikan pendapat secara damai dan tidak merusak fasilitas umum demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif di wilayah Cilacap. (Shlh).
