JAWAPOST.NET | Banyumas ~ Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) setempat terus memperkuat upaya mewujudkan sistem keamanan pangan yang terpadu bagi masyarakat.

Langkah ini ditandai dengan pembukaan forum advokasi program keterpaduan keamanan pangan oleh Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, di Pendopo Si Panji, Rabu (8/4/2026).

Kepala Balai POM di Banyumas, Gidion, menyampaikan bahwa keamanan pangan merupakan fondasi penting bagi kesehatan masyarakat sehingga harus dipenuhi secara menyeluruh.

Untuk itu, Badan POM telah merancang program keterpaduan keamanan pangan yang kembali dilaksanakan pada 2026 di berbagai daerah, termasuk Banyumas.

Program tersebut mencakup tiga pilar utama, yakni desa pangan aman, pasar pangan aman berbasis komunitas, serta pangan jajanan anak sekolah (PJAS) aman.

Melalui program desa pangan aman, masyarakat didorong untuk lebih mandiri dalam mengawasi dan menjaga kualitas pangan yang dikonsumsi sehari-hari.

Sementara itu, program pasar pangan aman berbasis komunitas diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan di pasar, mulai dari kebersihan hingga potensi peredaran bahan berbahaya pada pangan olahan.

Kegiatan ini meliputi edukasi pedagang, pengawasan terpadu, hingga pembentukan komunitas peduli pangan aman.

Adapun program PJAS aman difokuskan pada penciptaan lingkungan sekolah yang mendukung penyediaan jajanan sehat.

Upaya yang dilakukan antara lain pembentukan kader keamanan pangan, edukasi bagi guru, siswa, orang tua, serta pengawasan kantin sekolah.

Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, keterpaduan keamanan pangan tidak hanya berorientasi pada pengawasan, tetapi juga peningkatan kesadaran dan kemandirian masyarakat.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini membutuhkan komitmen bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, sekolah, pengelola pasar, dan pelaku usaha pangan.

Baca Juga:  Kirab Gunungan Meriahkan HUT ke - 455 Banjarnegara, Ribuan Warga Tumpah Ruah

Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong terbentuknya budaya keamanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan perekonomian masyarakat.

Lintarti juga mengajak pemerintah desa untuk mengintegrasikan program keamanan pangan dengan pembangunan desa, termasuk dalam pengembangan usaha pangan rumah tangga dan kuliner lokal dengan tetap memperhatikan aspek keamanan.

Selain itu, pihak sekolah diminta mengimplementasikan program secara nyata melalui pengelolaan kantin sehat, sementara pengelola pasar didorong meningkatkan kualitas pengelolaan agar memenuhi standar pasar sehat dan bebas dari bahan berbahaya. (Shlh).