
Banyumas | Jawapost.net
Sebanyak 71 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas resmi menerima Surat Keputusan (SK) Pensiun terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Juli 2026. Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, dalam acara yang berlangsung di Pendopo Si Panji Purwokerto, Jumat (19/6/2026).
Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang puluhan tahun pengabdian para ASN kepada negara dan masyarakat. Suasana haru sekaligus penuh rasa syukur tampak mewarnai prosesi penyerahan SK yang menjadi simbol penghormatan atas dedikasi dan loyalitas para pegawai yang memasuki masa purna tugas.
Kepala BKPSDM Kabupaten Banyumas, Eko Prijanto, menjelaskan bahwa seluruh ASN yang menerima SK pensiun telah melalui proses administrasi sesuai ketentuan dan mendapatkan persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Dari total 71 penerima SK pensiun, sebanyak 49 orang berasal dari golongan IV/b ke bawah, sementara 22 orang lainnya merupakan ASN golongan IV/b ke atas,” ujar Eko.
Menurutnya, seluruh usulan pensiun telah diproses dan disetujui sehingga para ASN yang memasuki masa purna tugas dapat menerima haknya secara tepat waktu.
Dalam sambutannya, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan apresiasi tinggi kepada para ASN yang telah mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk membangun Banyumas.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah hingga saat ini tidak lepas dari kontribusi para pegawai yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari roda pemerintahan.
“Para ASN yang memasuki masa pensiun telah ikut mewarnai perjalanan Kabupaten Banyumas. Mereka memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, bersih, partisipatif, inovatif, serta mendukung kemajuan daerah,” kata Sadewo.
Bupati juga menilai penerimaan SK pensiun merupakan bentuk penghargaan atas keberhasilan para ASN menuntaskan masa pengabdiannya dengan baik.
“Pada hakikatnya, Bapak dan Ibu telah lulus menjalani pengabdian kepada bangsa dan negara selama puluhan tahun dengan selamat. Kini saatnya kembali ke tengah masyarakat melalui bentuk pengabdian yang berbeda,” tuturnya.

Sadewo mengakui masa pensiun kerap menghadirkan berbagai perubahan dalam kehidupan seseorang. Rutinitas kerja yang hilang, berkurangnya pendapatan, hingga tidak lagi memiliki kewenangan jabatan menjadi tantangan yang sering dirasakan para pensiunan.
Namun demikian, ia mengajak seluruh ASN yang akan memasuki masa purna tugas untuk memandang pensiun sebagai awal babak baru yang penuh peluang.
Menurutnya, masa pensiun dapat dimanfaatkan untuk lebih dekat dengan keluarga, menjalankan usaha, mengembangkan hobi, aktif dalam kegiatan sosial, keagamaan, maupun aktivitas kemasyarakatan lainnya.
“Oleh karena itu, masa pensiun jangan sampai membuat kita kehilangan semangat atau mengalami post power syndrome. Semua ASN pada waktunya akan menghadapi fase yang sama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sadewo mengingatkan bahwa penerimaan SK pensiun patut disyukuri karena tidak semua ASN memiliki kesempatan untuk mengakhiri masa tugasnya dengan baik hingga memasuki usia pensiun.
Ia juga menekankan bahwa para penerima SK tetap berkewajiban menjalankan tugas kedinasan hingga tanggal efektif pensiun yang telah ditetapkan.
“Meskipun SK pensiun telah diterima, bukan berarti sudah berhenti bekerja atau mulai latihan pensiun. Tetap laksanakan tugas dan tanggung jawab di unit kerja masing-masing hingga TMT pensiun tiba,” pesannya.
Sementara itu, salah satu ASN yang akan memasuki masa purna tugas, Parsito dari Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Banyumas, mengaku bersyukur dapat mencapai masa pensiun setelah mengabdikan diri sejak tahun 1991.
Dengan mata berbinar, ia mengungkapkan kebahagiaannya menyambut fase baru kehidupan yang akan segera dijalani.
“Alhamdulillah, saya termasuk yang bisa sampai pada masa pensiun. Rasanya bahagia. Sebentar lagi punya aktivitas baru dan bisa lebih banyak waktu untuk momong cucu,” ungkapnya penuh haru.
Prosesi penyerahan SK pensiun tersebut bukan sekadar agenda administratif, melainkan bentuk penghormatan atas perjalanan panjang para ASN yang telah mengabdikan diri bagi masyarakat. Pengabdian boleh berakhir di lingkungan birokrasi, namun semangat berkarya dan berkontribusi di tengah masyarakat diharapkan tetap menyala sepanjang hayat.
Pewarta : Shlh
