Semarang | Jawapost.Net. – Polda Jawa Tengah bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah dan sejumlah instansi terkait menggelar Operasi Sarang Narkoba dengan menyasar tempat hiburan malam di Kota Semarang, Selasa (20/10/2026) malam. Dalam pemeriksaan di dua lokasi, seluruh hasil tes urine pengunjung dan pemeriksaan terkait penggunaan cairan vape dilaporkan negatif.

Operasi gabungan tersebut merupakan bagian dari upaya intensif kepolisian untuk menekan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah Jawa Tengah. Kegiatan dilaksanakan serentak di seluruh jajaran Polda Jateng sebagai langkah mempersempit ruang gerak pelaku peredaran gelap narkoba.

Operasi diawali dengan apel gabungan di Mapolrestabes Semarang yang dipimpin Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Jateng, AKBP Mega Laksana Putra, S.I.K. Sebanyak 64 personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut, melibatkan Ditresnarkoba Polda Jateng, Satresnarkoba Polrestabes Semarang, BNNP Jateng, Denpom IV/5 Semarang, Bidpropam, dan Biddokkes Polda Jateng.

Kawasan Kota Lama dan Puri Anjasmoro menjadi sasaran operasi. Tim gabungan melakukan pemeriksaan secara acak terhadap pengunjung dan karyawan tempat hiburan malam, tes urine, serta pemeriksaan perangkat rokok elektrik atau vape untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan cairan yang mengandung zat berbahaya.

Polwan turut dilibatkan untuk mendukung pemeriksaan terhadap pengunjung perempuan agar berlangsung secara profesional dan humanis.

Mewakili Dirresnarkoba Polda Jateng, AKBP Mega Laksana Putra menjelaskan bahwa operasi tersebut merupakan rangkaian kegiatan intensif hari kedua yang dilaksanakan secara serentak di wilayah hukum Polda Jawa Tengah.

“Dari pemeriksaan di dua tempat hiburan malam yang menjadi sasaran, yakni Golden Tiger dan Babyface, seluruh hasil tes urine menunjukkan negatif. Pemeriksaan terkait penggunaan liquid vape juga tidak menemukan indikasi penyalahgunaan,” ujar Mega seusai kegiatan.

Baca Juga:  Pelajar hingga Lansia Ramaikan Turnamen Catur Piala Dandim Wonogiri

Meski hasil pemeriksaan malam itu negatif, kepolisian tetap memberikan perhatian khusus terhadap potensi penyalahgunaan vape yang diduga mengandung etomidate, zat yang menjadi perhatian aparat karena berisiko disalahgunakan.

“Penggunaan vape semakin marak. Karena itu, kami terus mewaspadai kemungkinan masuk dan beredarnya liquid yang mengandung etomidate, baik di Kota Semarang maupun wilayah Jawa Tengah secara umum,” tegasnya.

Menurut Mega, operasi tersebut menjadi bagian dari komitmen jajaran Polri dalam mewujudkan Jawa Tengah yang bersih dari narkoba. Penindakan dan pencegahan akan terus dilakukan melalui koordinasi lintas instansi serta pengawasan terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat penyalahgunaan narkotika.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi tersebut. Ia menegaskan, kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi pelaku maupun jaringan peredaran gelap narkotika.

Yuliyanto juga mengajak masyarakat, orang tua, serta pengelola tempat hiburan malam untuk berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya modus baru melalui cairan vape.

Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting untuk membantu aparat mendeteksi aktivitas mencurigakan sejak dini. Warga yang mengetahui atau menemukan dugaan peredaran gelap narkotika dapat melaporkannya ke kantor kepolisian terdekat atau melalui layanan Call Center 110.

Polda Jateng memastikan kerahasiaan identitas pelapor dijamin, sehingga masyarakat diharapkan tidak ragu menyampaikan informasi yang dapat membantu menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. (**).

S
Penulis / Wartawan
SAELAN

Verified Journalist