Jawapost.net | Blitar

Harapan panjang warga Kelurahan Sentul dan Ngadirejo untuk memiliki akses penghubung yang lebih aman dan memadai akhirnya mulai terwujud. Pembangunan Jembatan Beton Garuda yang melintasi Sungai Cari resmi ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama pada Selasa (9/6/2026), di Jalan Sawunggaling Gang Kyai Jamal, RT 01 RW 06, Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.

Pembangunan infrastruktur tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara Pemerintah Kota Blitar, TNI, Polri, serta berbagai instansi terkait dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Kehadiran jembatan baru ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan. Tokoh masyarakat Lingkungan Sentul, Suwanto, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memperjuangkan pembangunan jembatan yang selama ini menjadi harapan warga.

Menurutnya, keberadaan Jembatan Garuda akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya warga Sentul dan Ngadirejo yang selama bertahun-tahun mendambakan akses transportasi yang lebih layak dan aman.

“Kami siap mendukung penuh proses pembangunan ini serta berkomitmen menjaga dan merawat jembatan secara swadaya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Sementara itu, sambutan Wali Kota Blitar yang dibacakan Camat Kepanjenkidul, Asrofi Romli, S.P., menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bentuk nyata respons pemerintah terhadap aspirasi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Blitar juga memberikan apresiasi kepada Kodim 0808/Blitar yang dinilai memiliki peran besar dalam menginisiasi program pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan warga. Medan berat di kawasan Jurang Sembot yang menjadi tantangan utama proyek ini disebut berhasil dihadapi berkat semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga:  Kapolres Purbalingga Pimpin Upacara Hari Pahlawan, Sampaikan Pesan Menteri Sosial tentang Semangat Perjuangan

“Semangat kebersamaan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Pemerintah juga menekankan pentingnya kualitas pekerjaan konstruksi. Seluruh pelaksana dan pengawas proyek diminta mengutamakan standar keselamatan kerja serta memastikan pembangunan dilakukan secara profesional agar jembatan dapat berdiri kokoh dan berfungsi dalam jangka waktu yang panjang.

Senada dengan hal tersebut, Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Virlani Arudyawan, S.H., M.H.I., menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam mendukung percepatan pembangunan daerah sekaligus memperkuat konektivitas masyarakat.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga koordinasi dan pengawasan selama proses pembangunan berlangsung agar proyek dapat selesai sesuai target tanpa mengurangi kualitas konstruksi yang telah direncanakan.

Dengan dimulainya pembangunan Jembatan Garuda, masyarakat berharap akses antarwilayah di sekitar Sungai Cari semakin terbuka, aktivitas ekonomi warga meningkat, dan konektivitas kawasan Sentul serta Ngadirejo menjadi lebih baik di masa mendatang.

Prosesi peletakan batu pertama berlangsung aman, tertib, dan khidmat. Acara ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar hingga jembatan tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pewarta : (Shlh)