
Cilacap | Jawapost.Net
Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Alfamart kembali menegaskan komitmennya mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui Program Satu Telur Sehari (STS). Tak hanya menyalurkan bantuan gizi, perusahaan juga menghadirkan edukasi kesehatan bagi para orang tua, termasuk di wilayah terpencil Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, yang hanya dapat dijangkau melalui jalur perairan.
Program yang memasuki tahun keempat ini menyasar 2.700 anak terindikasi stunting di 39 kabupaten/kota di Indonesia. Selama enam bulan pelaksanaan sejak Mei 2026, Alfamart menyalurkan lebih dari 510.000 butir telur sebagai bagian dari intervensi pemenuhan gizi balita.
Di Kecamatan Kampung Laut, sebanyak 35 anak penerima manfaat bersama orang tua mereka mengikuti edukasi gizi yang digelar pada Rabu (15/7/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Dokter Puskesmas Kampung Laut, dr. Oktaryan Eko, yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya pola makan seimbang sebagai langkah pencegahan stunting.
Wilayah Kampung Laut memiliki karakteristik geografis yang cukup menantang. Untuk mencapai lokasi, perjalanan harus ditempuh menggunakan perahu selama sekitar 1,5 hingga 2 jam dari Pelabuhan Seleko, melintasi kawasan perairan dan hutan mangrove yang menjadi akses utama masyarakat.
Meski menghadapi medan yang tidak mudah, Alfamart bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dan Puskesmas Kampung Laut tetap memastikan bantuan gizi dapat diterima masyarakat. Setiap periode penyaluran, petugas kesehatan membawa telur menggunakan perahu untuk didistribusikan ke sejumlah desa di kawasan tersebut.
Dalam sesi edukasi bertema “Pola Makan Seimbang untuk Balita”, dr. Oktaryan Eko menjelaskan bahwa pemenuhan gizi anak tidak hanya bergantung pada jumlah makanan, tetapi juga kualitas, keberagaman, keamanan, serta kesesuaiannya dengan usia balita.
Ia menuturkan, telur merupakan salah satu sumber protein hewani berkualitas tinggi yang kaya vitamin dan mineral penting bagi pertumbuhan anak. Selain mudah diperoleh, telur juga dapat diolah menjadi berbagai menu sederhana seperti telur rebus, telur kukus, maupun telur dadar yang dipadukan dengan sayuran.
“Pemenuhan gizi seimbang pada balita tidak hanya ditentukan oleh banyaknya makanan yang dikonsumsi, tetapi juga kualitas, keberagaman, keamanan, serta kesesuaiannya dengan usia anak. Dengan membiasakan pola makan sehat sejak dini, orang tua telah memberikan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak sekaligus membantu mencegah stunting,” ujar dr. Oktaryan Eko.
Kolaborasi antara Alfamart, Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dan Puskesmas Kampung Laut menjadi bukti bahwa upaya penanganan stunting memerlukan sinergi berbagai pihak agar intervensi gizi dapat menjangkau masyarakat hingga daerah dengan akses terbatas.
Sementara itu, General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan Program Satu Telur Sehari terus berkembang berdasarkan evaluasi pelaksanaan dari tahun ke tahun.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah telur yang dibagikan, tetapi juga dari perubahan perilaku keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak secara berkelanjutan.
Berdasarkan hasil monitoring internal pada 2025, sekitar 72 persen anak penerima manfaat mengalami peningkatan berat badan sebagai salah satu indikator membaiknya status gizi. Capaian tersebut menjadi dasar bagi Alfamart untuk terus memperkuat program melalui edukasi dan pendampingan kepada keluarga.
“Intervensi gizi akan lebih optimal ketika dibarengi peningkatan pengetahuan orang tua. Karena itu kami tidak hanya memberikan telur, tetapi juga menghadirkan edukasi langsung dari tenaga kesehatan agar keluarga memahami pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak. Harapannya, Program Satu Telur Sehari dapat membentuk kebiasaan hidup sehat dalam keluarga sekaligus berkontribusi menekan angka stunting di Indonesia,” tutur Rani.
Sejak pertama kali dijalankan pada 2022, Program Satu Telur Sehari terus menunjukkan peningkatan jangkauan. Tahun ini menjadi pelaksanaan terbesar dengan distribusi lebih dari 510.000 butir telur kepada 2.700 anak di 39 kabupaten/kota, sekaligus mempertegas komitmen Alfamart dalam mendukung generasi Indonesia yang lebih sehat dan bebas stunting. (Shlh).
