
Kebumen | Jawapost.Net
Polres Kebumen masih berupaya mengungkap identitas seorang perempuan yang ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Lukulo, tepatnya di bawah Jembatan Mangir, Desa Wonotirto, Kecamatan Karanggayam, Minggu (19/7/2026). Hingga Senin (20/7/2026), korban belum berhasil dikenali sehingga kepolisian mengajak masyarakat untuk turut membantu proses identifikasi.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, mengimbau warga yang merasa kehilangan anggota keluarga, khususnya perempuan dengan ciri-ciri yang sesuai, agar segera mendatangi Polres Kebumen atau RSUD dr. Soedirman Kebumen.
“Kami mengharapkan bantuan masyarakat. Apabila ada yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri yang telah kami sampaikan, segera laporkan ke Polres Kebumen. Informasi sekecil apa pun sangat berarti untuk membantu mengungkap identitas korban,” ujar Kapolres.
Penemuan jenazah bermula dari laporan warga kepada perangkat Desa Wonotirto mengenai adanya sesosok tubuh yang mengapung di Sungai Lukulo. Setelah dipastikan korban telah meninggal dunia, informasi tersebut diteruskan ke Polsek Karanggayam.
Mendapat laporan, personel Polsek Karanggayam bersama Tim Inafis Polres Kebumen, anggota Samapta, PMI Kabupaten Kebumen, serta tenaga kesehatan segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr. Soedirman Kebumen guna menjalani pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil identifikasi awal, korban berjenis kelamin perempuan dengan tinggi badan sekitar 160 sentimeter. Korban memiliki rambut hitam lurus sepanjang kurang lebih 30 sentimeter. Gigi depan bagian atas telah hilang, sedangkan gigi depan bagian bawah masih tersisa empat. Di pergelangan tangan kanan ditemukan lebih dari lima gelang karet serta sebuah gelang manik-manik.
Saat ditemukan, korban mengenakan sejumlah pakaian berlapis, di antaranya jas hujan hijau, beberapa daster bermotif bunga, kaus hitam bertuliskan “Wrangler”, kaus kuning bertuliskan “Boomble bee”, kemeja kotak-kotak kuning, hem bergaris abu-abu, serta hem batik berwarna cokelat.
Hasil pemeriksaan medis memperkirakan korban telah meninggal lebih dari tiga hari sebelum ditemukan. Petugas juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan akibat benda tajam, benda tumpul maupun bekas jeratan di leher.
Dari keterangan sejumlah saksi, sekitar sepekan sebelum penemuan jenazah, warga sempat melihat seorang perempuan yang diduga mengalami gangguan kejiwaan berada di sekitar Desa Wonotirto. Polisi menduga korban kemungkinan terpeleset saat berada di sekitar Jembatan Mangir hingga terjatuh ke Sungai Lukulo. Meski demikian, dugaan tersebut masih dalam proses penyelidikan dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian.
Polres Kebumen mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu proses identifikasi dengan menyampaikan informasi apabila mengenali ciri-ciri korban atau mengetahui keberadaan keluarganya. Semakin cepat identitas korban diketahui, semakin cepat pula jenazah dapat diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepolisian memastikan setiap informasi yang masuk akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari proses penyelidikan yang masih berlangsung. (Shlh).
