Boyolali | Jawapost.Net

Program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) terus dikebut menjelang peluncuran serentak di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di Kabupaten Boyolali, sebanyak 95 titik KDMP kini dipersiapkan sebagai bagian dari tahap awal peluncuran 1.061 koperasi desa yang ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu dekat.

Kesiapan tersebut dipastikan saat Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita melakukan peninjauan langsung ke KDMP Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Rabu (13/5/2026).

Kehadiran Wapang TNI bersama rombongan disambut jajaran Forkopimda Boyolali usai mendarat menggunakan helikopter di Lapangan Sirkuit Gokart Mojosongo.

Dalam peninjauan itu, Komandan Kodim 0724/Boyolali Letkol Dhanu Anggoro Asmoro menjelaskan perkembangan pembangunan KDMP di wilayahnya telah mencapai 250 titik dari total 267 desa dan kelurahan atau sekitar 92 persen.

Dari jumlah tersebut, 180 titik di antaranya dinyatakan rampung sepenuhnya dan siap mendukung operasional koperasi.

“Sebanyak 95 titik di 22 kecamatan dipersiapkan untuk peluncuran tahap awal. Infrastruktur pendukung seperti listrik dan air juga sudah disiapkan, termasuk pemetaan lokasi berdasarkan potensi ekonomi masyarakat di masing-masing wilayah,” ujar Dandim.

Menurutnya, keberadaan KDMP tidak hanya menjadi pusat layanan ekonomi desa, tetapi juga diharapkan mampu menghidupkan berbagai sektor usaha masyarakat.

Sejumlah program pengembangan telah dirancang, mulai dari kolaborasi bersama pelaku UMKM, kerja sama dengan BUMD pangan, layanan kesehatan masyarakat, hingga pengelolaan sampah berbasis zero waste melalui teknologi pyrolysis.

Sementara itu, Wapang TNI Jenderal Tandyo Budi Revita menegaskan seluruh pihak harus bergerak cepat dan fokus pada langkah nyata di lapangan, bukan sekadar laporan administrasi.

Ia meminta seluruh jajaran memastikan target operasional seluruh KDMP pada akhir Juli dapat tercapai tanpa hambatan berarti.

Baca Juga:  Polres Kebumen Ungkap Sejumlah Kasus dalam Operasi Pekat Ramadan

“Saya ingin semua bergerak cepat, bekerja nyata dan memastikan program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Jangan sampai keterlambatan di satu wilayah menghambat seluruh desa,” tegasnya.

Ia juga meminta optimalisasi personel dan armada yang tersedia guna mempercepat distribusi barang ke gerai-gerai KDMP. Saat ini, sekitar 530 gerai diketahui telah menandatangani kerja sama dan segera memasuki tahap pengisian barang menjelang operasional resmi.

Menurut Wapang TNI, lokasi koperasi yang strategis harus dimanfaatkan dengan inovasi dan kreativitas agar koperasi desa tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi benar-benar hidup dan berkembang menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT APN, Joao Angelo De Sousa Mota, menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI dan seluruh pihak dalam menyukseskan program Koperasi Merah Putih.

Ia optimistis sinergi lintas sektor akan menjadi kekuatan utama dalam memperkuat ekonomi masyarakat desa.

“Kami optimistis dengan sinergi dan kebersamaan seluruh pihak, program Koperasi Merah Putih dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia,” katanya.

(Shlh)