
BANJARNEGARA, JAWAPOST.NET – Tradisi wilujengan digelar di Makam Girilangan, Desa Gumelem, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (2/5). Kegiatan yang berlangsung pukul 12.30 hingga 16.30 WIB itu diikuti sekitar 50 peserta dari unsur masyarakat, pemerintah desa, hingga perwakilan Keraton Surakarta Hadiningrat.
Wilujengan merupakan tradisi adat Jawa berupa doa bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus permohonan keselamatan dan keberkahan. Tradisi ini juga menjadi sarana penghormatan kepada leluhur serta upaya menjaga nilai-nilai kearifan lokal.
Kepala Desa Gumelem, Cartun, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelestarian budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Wilujengan ini bentuk nguri-uri budaya. Harapannya, generasi muda bisa mengenal dan ikut melestarikan tradisi ini,” ujarnya.
Juru Kunci Makam Girilangan, Sujeri, menambahkan bahwa tradisi wilujengan tidak hanya bermakna ritual, tetapi juga mengandung nilai spiritual yang penting bagi masyarakat.
“Ini sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan pengingat agar manusia hidup selaras dengan nilai-nilai kehidupan,” katanya.

Perwakilan Keraton Surakarta Hadiningrat, Kanjeng Pangeran Bambang Hadiningrat, menjelaskan bahwa kehadirannya merupakan amanah dari lembaga dewan adat keraton. Ia menyebut, rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari prosesi adat yang akan dilanjutkan ke Cilacap.
“Kami diutus untuk miwaha atau mengambil sekar wijaya kusuma di Cilacap besok hari. Sebelumnya, kami melaksanakan wilujengan di Makam Girilangan sebagai bagian dari tata laku adat,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pakasa (Paguyuban Keraton Surakarta), Maemunah, menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan budaya sebagai identitas bangsa.
“Budaya adalah identitas negara. Karena itu, kita harus tetap nguri-uri agar tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung khidmat dengan rangkaian doa bersama, tahlil, serta prosesi adat. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa tradisi lokal masih dijaga dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
