Banyumas | Jawapost.Net
Reporter : Slamet P

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang sekolah dasar (SD) tidak boleh sekadar dimaknai sebagai ujian untuk mengejar nilai. Lebih dari itu, TKA harus menjadi instrumen untuk memetakan kemampuan dasar siswa sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan secara lebih merata di Banyumas.

Hal itu disampaikan Sadewo saat menghadiri Talkshow Sukses Tes Kemampuan Akademik Jenjang SD di D’Garden Resto, Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Widodo Sugiri, Kepala Cabang Erlangga Yogyakarta Rezha Adityaksa, serta sejumlah tamu undangan.

Menurut Sadewo, pendidikan merupakan fondasi penting dalam menyiapkan generasi Banyumas agar memiliki kecerdasan, karakter, serta kemampuan menghadapi tantangan dan persaingan pada masa mendatang.

Karena itu, pelaksanaan TKA perlu ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas. Bukan hanya mengukur hasil belajar siswa, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana proses pembelajaran telah berjalan dan bagian mana yang masih perlu diperkuat.

“TKA jangan hanya dilihat sebagai alat untuk menghasilkan nilai akhir siswa. Ini juga menjadi instrumen untuk mengukur kemampuan dasar peserta didik sekaligus bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran,” kata Sadewo.

Ia menilai keberhasilan pelaksanaan TKA membutuhkan kesamaan pemahaman seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Dinas pendidikan, kepala sekolah, guru hingga orang tua memiliki peran penting dalam memastikan siswa memperoleh pendampingan dan persiapan yang memadai.

Sadewo mendorong sinergi antarpihak tersebut diperkuat agar para pendidik memiliki kesiapan yang sama dalam mendampingi siswa menghadapi TKA.

“Sinergi antara dinas, kepala sekolah dan guru diharapkan mampu menyamakan pemahaman, memperkuat kesiapan, serta memberikan pembekalan yang matang bagi pendidik dalam mendampingi siswa,” ujarnya.

Baca Juga:  Presiden Tekankan Kedaulatan Pangan, Desa di Banyumas Ikut Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Pada jenjang SD, TKA terutama diarahkan untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi. Namun, menurut Sadewo, kemampuan tersebut tidak sebatas membaca atau berhitung secara teknis.

Lebih jauh, siswa dituntut mampu memahami informasi, berpikir logis, serta menggunakan pengetahuannya untuk menyelesaikan persoalan. Kemampuan dasar semacam itu dinilai penting sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan dan menghadapi tantangan di masa depan.

Di sisi lain, Sadewo mengingatkan agar pemetaan melalui TKA tidak berujung pada upaya menyeragamkan kemampuan seluruh anak.

Setiap siswa, kata dia, memiliki bakat, minat dan potensi yang berbeda. Karena itu, hasil pemetaan kemampuan harus digunakan secara bijak tanpa memaksakan seorang anak untuk berkembang pada bidang yang tidak sesuai dengan potensinya.

“Setiap anak memiliki bakat dan potensi yang berbeda-beda. Pemetaan kemampuan tidak boleh menjadi alasan untuk memaksakan bidang tertentu kepada siswa yang memiliki keahlian di bidang lain,” tegasnya.

Bagi Sadewo, penguatan pendidikan sejak tingkat sekolah dasar merupakan investasi jangka panjang bagi Banyumas. Pendidikan yang berkualitas akan membuka peluang lebih besar bagi anak-anak untuk tumbuh, berkembang dan menorehkan prestasi hingga tingkat nasional maupun internasional.

Karena itu, keberhasilan siswa menghadapi TKA tidak semata-mata menjadi tanggung jawab sekolah. Lingkungan pendidikan secara keseluruhan perlu bergerak bersama agar proses pendampingan berjalan optimal.

“Dukungan dari pendidik, dinas pendidikan dan orang tua menjadi kunci untuk mengantarkan siswa mengikuti TKA dengan optimal dan menampilkan kemampuan terbaik yang mereka miliki,” pungkas Sadewo. (**).