
Jawapost.net | Purbalingga
Sebanyak 17 Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat I resmi memulai program latihan kerja (Latja) di Polres Purbalingga. Kegiatan yang menjadi bagian penting dalam proses pembentukan calon perwira Polri tersebut dibuka di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Purbalingga, Selasa (9/6/2026) pagi.
Latihan kerja ini menjadi momentum bagi para taruna untuk mengaplikasikan ilmu dan teori yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian ke dalam praktik tugas kepolisian di lapangan.
Kapolres Purbalingga AKBP Anita Indah Setyaningrum menegaskan bahwa Latja merupakan langkah awal bagi para calon perwira Polri untuk memahami dinamika tugas kepolisian secara langsung sekaligus memperkaya pengalaman di lingkungan kerja yang sesungguhnya.
“Ini adalah gerbang awal untuk belajar. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, cari pengalaman sebanyak mungkin, dan jangan ragu untuk bertanya kepada mentor yang mendampingi,” ujar Kapolres dalam arahannya.

Menurutnya, selama menjalani latihan kerja, para Taruna dan Taruni akan mendapatkan pembelajaran pada tiga fungsi teknis utama kepolisian, yakni Fungsi Teknis Binmas, Fungsi Teknis Sabhara, serta Fungsi Teknis Lalu Lintas.
Melalui pembelajaran tersebut, diharapkan para peserta mampu memahami berbagai aspek tugas kepolisian yang nantinya menjadi bekal saat bertugas di tengah masyarakat.
Kapolres juga menekankan pentingnya menjaga sikap, etika, dan norma selama menjalani latihan kerja. Selain kemampuan akademik dan teknis, karakter serta integritas dinilai menjadi fondasi utama bagi seorang anggota Polri.
“Saya minta seluruh Taruna dan Taruni menjaga etika dan norma selama pelaksanaan Latja. Tunjukkan bahwa kalian adalah calon polisi yang baik, memiliki disiplin, dedikasi, dan loyalitas tinggi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Perwira Pendamping Taruna, AKP Refa Lufriana, secara resmi menyerahkan 17 peserta Latja kepada Polres Purbalingga. Jumlah tersebut terdiri dari 15 Taruna dan 2 Taruni Akpol Tingkat I.
AKP Refa berharap seluruh peserta mendapatkan bimbingan, pengawasan, serta pengalaman berharga selama menjalani program tersebut. Menurutnya, latihan kerja menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan dan mengasah keterampilan yang akan dibutuhkan saat memasuki dunia tugas kepolisian yang sesungguhnya.
“Kami mohon dukungan, bimbingan, dan pengawasan selama pelaksanaan Latja di Polres Purbalingga. Dengan demikian, para Taruna dapat memperoleh pengalaman, wawasan, serta keterampilan yang akan menjadi bekal dalam pelaksanaan tugas di masa mendatang,” ungkapnya.
Kehadiran para Taruna dan Taruni Akpol di Polres Purbalingga diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari proses pendidikan, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat pengabdian, profesionalisme, dan kedekatan dengan masyarakat sebagai calon pemimpin Polri masa depan.
Pewarta : (Shlh)
